Selamat DAtang

Blog ini berisi kumpulan informasi, berita, artikel tentang Manokwari Provinsi Papua Barat. Including about; lowongan pekerjaan, wisata, pembangunan, pendidikan, budaya dan hiburan.
Hopefully this blog can bring benefit to anyone taking the time to visit this blog.
Love Manokwari & You. Best regards. Sari Yana
Tampilkan postingan dengan label Papua Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua Barat. Tampilkan semua postingan

Gubernur Papua-Papua Barat Disebut Mirip Artis

Written By Sari Yana on Rabu, 04 Mei 2011 | 10.04

Gubernur Papua-Papua Barat Disebut Mirip Artis
Lantaran Lebih Banyak Berada di Jakarta dan Sulit Ditemui

JAKARTA (Senin, 2 Mei 2011) – Sekelompok massa yang menamakan diri Koalisi Mahasiswa Papua Bersatu (KMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementrian DalamNegeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (2/5). Massa aksi yang dipimpin Zack Z Rumpedai ini menyoroti implementasi otonomi khusus Papua yang sudah berjalan semibilan tahun, yang menurut mereka gagal total.

Penyebab kegagalan menurut mereka adalah pemerintah pusat dan pemerintah daerah Papua dan Papua Barat. Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Gubernur Papua Barat Abraham Oktovianus Atururi beserta seluruh bupati/walikota di kedua provinsi itu, dinilai tidak serius mengurus rakyat. Mereka menyebut para pejabat itu mirip artis, lantaran sulit ditemui.

“Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Gubernur Papua Barat Abraham Oktovianus Atururi bersama bupati/walikota, kepala dinas, kepala keuangan, kepala seksi tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh tanah Papua adalah artis ibukota negara RI,” ujar Zack Rumpedai seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya yang dibagikan ke wartawan di tengah aksi.

Dia menyebut, dalam sebulan para pejabat di Papua dan Papua Barat rata-rata hanya 10 hari saja ada di Papua. Sementara, yang 20 hari sisanya berada di luar daerah. “Dimana mereka mudah ditemui di hotel-hotel mewah, mall mewah, restoran mewah di Jakarta daripada di Tanah Papua. Ironis memang. Itulah perilaku pejabat pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat,” lanjut Zack.

“Jika tidak percaya, lakukan saja survey ke hotel-hotel dan fasilitas hiburan di Jakarta dan pengecekan peredaran uang daerah yang beredar di Jakarta,” tantang Zack.

Mereka juga menyoroti rekrutmen CPNS di provnsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua, yang dinilainya belum memprioritaskan orang asli Papua. Kedua gubernur juga dinilai tidak transparan soal program pembangunan.

Program pendidikan untuk seribu doktor juga dinilai gagal. Alasannya, yang mengikuti program doktor kebanyakan usianya sudah menjelang pensiun. Program biaya siswa juga dipertanyakan, lantaran menurut Zack, banyak mahasiswa Papua yang tidak mendapatkan beasiswa. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan mengatasi maraknya dugaan korupsi di Tanah Papua.

Sementara, pemerintah pusat juga dinilai tidak serius mengawal otonomi khusus Papua. Antara lain menurut mereka, ada dualisme aturan. Untuk tingkat provinsi diberlakukan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang otsus Papua, sedang untuk kabupaten/kota menggunakan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

“Pencairan dana otsus papua tiap tahun dicairkan pada akhir tahun anggaran, yakni Septeber-Oktober, sehingga dana tidak bisa dimanfaarkan efektif. Bahkan terlihat adanya manipulasi data dan banyaknya laporan keuangan yang fiktif,” demikan tertuang dalam selebaran pernyataan sikap KMPB.

Massa aksi juga membawa sejumlah poster, yang antara lain berbunyi ‘Tolong Tangkap Koruptor Papua’, ‘Otsus Gagal Total’. Sejumlah aparat kepolisian menjaga aksi yang berlangsung persis di pintu utama gedung kementrian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu. Sumber: Jawa Pos National Network

Artikel Terkait :

Anggota Dewan tidak Jujur Terkait Deposito Dana Otsus Papua.
Otsus Papua Gagal, Pemerintah Pusat tidak Tanggap.
Papua Barat Masuk Dalam 5 Provinsi Termiskin di Indonesia.

10.04 | 0 komentar | Read More

Pilkada Papua Barat dan 2 Kabupaten Digelar Serentak

Written By Sari Yana on Senin, 02 Mei 2011 | 17.17

Manokwari (Senin, 2 Mei '11 ) - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah tingkat Provinsi Papua Barat akan dilaksanakan serentak dengan pemilihan kepala daerah dua kabupaten lain yaitu Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw pada 29 Juni mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Papua Barat Timotius Sraun di Manokwari, Senin (2/5/2011) menyebutkan, pilkada serentak tingkat provinsi dengan dua kabupaten itu, telah disepakati oleh berbagai pihak terkait, termasuk DPRD masing-masing.

Kesepakatan untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkda) serentak itu, katanya, dicapai untuk alasan efisiensi baik dana yang bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat, maupun APBD Maybrat dan Tambrauw.

Dua kabupaten terletak di daerah kepala burung dari Tanah Papua itu adalah daerah otonom baru yang dibentuk pada 2009 lalu. Maybrat adalah daerah pemekaran dari Kabupaten Sorong Selatan yang diatur dalam UU Nomor: 13 tahun 2008 dan Tambrauw dimekarkan dari Kabupaten Sorong yang tertuang dalam UU Nomor: 56 tahun 2008.

Pasangan calon yang bertarung memperebutkan kursi Gubernur Papua Barat 2011-2016 adalah, Brigjen TNI (Purn) Mar. Abraham O Atururi (kini Gubernur) dan Abdil Rahim Katjong (kini Wagub) yang diusung partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Hanura dan PDI Perjuangan.

Sedangkan pasangan Dominggus Mandacaan dan Origenes Nauw diusung enam parpol yang memiliki 12 kursi di DPRD Papua Barat didukung enam partai "non seat" di DPRD Papua Barat.

Dominggus Mandacaan adalah mantan Bupati Manokwari yang berkuasa dua periode 2000-2005 dan 2005-2010 sekaligus Ketua Partai Golkar Kabupaten Manokwari, sedangkan Drs Origenes Nauw adalah kader Partai Golkar Provinsi Papua dan mantan Anggota DPRD Provinsi Papua Barat periode 2004-2009 dan kini Ketua Komisi C DPRD Papua Barat periode 2009/2014.

Sedangkan bakal calon yang mengikuti Pilkada Maybrat adalah Drs Bernard Sagrim (mantan Penjabat Bupati) berpasangan dengan Drs Karel Murafer (Mantan Asisten II), Drs AGustinus Saa (Sekda) berpasangan dengan Drs Andy Antoh (Kabag Pemerintahan), Ir Michael Kambuaya (Kadis PU Kabupaten Mamberamo Raya) berpasangan dengan Joseph Bless SH (Mantan Sekretaris KPU Kabupaten Sorong Selatan) dan Drs Alberth Nakoh (Kadis Sosial Provinsi Papua Barat) dengan Drs Yakobus Sedik (Kabag Pemerintahan Kota Soronrauwg).

Seddangkan KPUD Tambrauw telah menetapkan lima pasangan bakal calon kepala daerah yakni Gerson Jitmau SH (Kabag Pengendalian Dispenda Provinsi Papua) berpasangan dengan Anthon Titit, SPd (Guru Bahasa Inggris SMU Katolik St.Agustinus Sorong).

Juga, Gabriel Asem (Kabag Keuangan Tambrauw) berpasangan dengan Yakobus Yembra(Staf Bapeda), Menase Paa (Mantan Penjabat Bupati Tambrauw) bergandeng dengan L. Hae (tokoh masyrakat), Jimmy D.Ijie (Wakil Ketua II DPRD Provinsi Papua Barat) berpasangan dengan Ny. Regina Yekwam (Staf Pemkab Tambrauw) dan Eric Mayor (Ketua Bapped Tambrauw) berpasangan Petrus Pangalila (Ketua Golkar Tambrauw).

Kelima pasangan ini dikabarkan bersaing ketat untuk merebut suara rakyat di daerah otonom yang baru dibentuk pada 2009 itu.Sumber: Berita8.com 
17.17 | 0 komentar | Read More

12 Gudang Logistik utk Korban Bencana Segera Dibangun (termasuk di Papua Barat)

SURABAYA (Jumat, 22 April '11): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun 12 gudang logistik di seluruh Indonesia guna mendukung dan mempercepat pengiriman makanan kepada korban bencana alam.

Kepala BNPB Syamsul Maarif saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Jumat (22/4), mengatakan ke 12 gudang logistik tersebut akan dibangun antara lain di daerah Sumatra seperti Padang, Medan, dan Palembang. Sedangkan di Pulau Jawa yaitu Jakarta dan Surabaya. Selain itu juga di Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

"Perubahan cuaca berlangsung cepat. Dalam menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem kita harus berupaya berkoordinasi dengan semua instansi secara cepat, baik itu kebutuhan logistik hingga penanganan maupun pascapenanganan bencana,'' ujarnya.

Menurutnya, kebencanaan adalah permasalahan berisiko. Secara politik, bila penanggulangan bencana tidak dilakukan dengan baik, kepercayaan masyarakat terhadap BNPB dan BPBD akan luntur. ''Hendaknya kita dapat memprediksi ancaman bencana awal yang akan terjadi seperti apa,'' ujar Syamsul. Sumber: media indonesia.com
16.54 | 0 komentar | Read More

Dua Berkas Bakal Calon Gubernur Papua Barat Bermasalah

Written By Sari Yana on Minggu, 01 Mei 2011 | 19.20

Manokwari (28/4/2011), Proses verifikasi akhir berkaslimapasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Komisi Pemilihan Umum Papua Barat belum semuanya tuntas. Dua berkas masih dibahas terkait dukungan suara dan partai politik pengusung.

Menurut anggota KPU Papua Barat, Filep Wamafma, Kamis (28/4/2011), kedua berkas itu masih dibahas keabsahan syarat administrasinya. Dengan demikian, rapat pleno untuk menetapkan pasangan bakal calon yang telah memenuhi syarat pencalonan pun molor.

“Semalam kami membahas berkas sampai pukul 02.00. Rapat pleno tetap dilakukan, tetapi malam (Kamis) ini juga. Sebab, besok, Jumat (29/4/2011), berkas itu kami serahkan kepada DPR Papua Barat,” kata Filep.

Namun, Filep enggan menyebutkan dua pasangan balon yang belum selesai dibahas. Secara resmi KPU akan memaparkan hasil verifikasi semua berkas setelah rapat pleno dan sebelum diserahkan kepada DPR Papua Barat.

Sebelumnya diketahui, ada tiga pasangan balon yang mendapat dukungan ganda dari sejumlah parpol saat mendaftar. Ketiganya pun diberi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan syarat administrasi, di antaranya soal kurangnya suara dukungan parpol yang mengusung.

Ketiga pasangan itu adalah Yusak Wanatorey-Ismail Sirfefa, George C Auparay-Hasan Ombaier; dan Wahidin Puarada-Herman Orisoe. Dari ketiga pasangan bakal calon, diperkirakan ada dua yang dukungan suaranya kurang dari 15 persen kursi di Dewan atau suara sah dalam pemilu legislatif 2009. Sumber: Kompas.com
19.20 | 0 komentar | Read More

BUMN China akan Bangun Pabrik Semen US$ 200 Juta di Papua Barat

Jakarta (29/4/2011) – BUMN asal China State Development and Investment Corporation (SDIC) akan berinvestasi US$ 200 juta di Indonesia. ICDC rencananya akan membangun pabrik semen di Papua Barat.
“Untuk pabrik semen nilai investasi seharusnya US$ 100 sampai 200 juta,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

Gita mengatakan SDIC merupakan salah satu BUMN terbesar di China yang mengelola seluruh BUMN di China. Rencananya SDIC akan melakukan studi kelayakan atau feasibiliy study terlebih dahulu setelah ada MoU dengan Indonesia.
“Itu langsung teken MoU, besok teken MoU ini terus ini juga akan digarap feasibility study untuk kepentingan pembangunan pembangkit hydro power di Papua,” katanya.

Ia menambahkan hingga kini rencana pembangunan pabrik tersebut belum bisa dipastikan. Namun Gita memperkirakan, SDIC akan memproduksi semen 1-2 juta ton semen per tahun. Gita menambahkan, BUMN asal China sengaja diarahkan untuk membangun pabrik semen di Papua karena kebutuhan di wilayah tersebut sangat mendesak. “Itu bangun butuh 2 sampai 3 tahun,” katanya. Sumber: detikfinance.com
19.05 | 0 komentar | Read More

Papua Barat Masuk Dalam 5 Provinsi Termiskin di Indonesia

Jakarta (Kamis, 28/4) – Lima provinsi masuk dalam kategori termiskin pada 2010. Kelimanya memiliki sumber daya alam yang besar, namun pendapatan penduduknya sangat rendah.

Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengungkapkan, terdapat lima provinsi yang masuk dalam kategori termiskin sepanjang 2010. “Nominalnya tidak banyak karena penduduknya sedikit yaitu Papua, Papua Barat, Gorontalo, NTT, dan Maluku,” ujarnya di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (28/4).

Adapun yang menjadi dasar penentuan kategori miskin, lanjutnya, adalah pendapatan per penduduk, akses kesehatan, akses pendidikan, sarana prasarana dan infrastruktur. “Di bawah income nasional, itu yang memprihatinkan kita. Padahal sumber sumber daya alamnya besar. Ini menjadi pekerjaan rumah kita lah,” tegasnya. Sebagai informasi, pendapatan per orang per tahun secara nasional untuk 2010 adalah US$3005.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo menambahkan, peta provinsi dengan kategori termiskin setiap tahunnya berubah dan bukan hanya terjadi di wilayah timur saja. “Nggak (hanya wilayah timur), PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) kan ada 183 daerah tertingga,” ujarnya pada tempat yang sama.

Lukita menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan pada lima provinsi termiskin tersebut, pemerintah telah memasukkan dalam prioritas utama untuk pembangungan infrastruktur. “Melalui Kementerian PDT dan Kementerian PDT sendiri akan memprioritaskan yang memang paling tertinggal,” tandasnya. Sumber: inilah.com

Artikel Terkait :


Anggota Dewan tidak Jujur Terkait Deposito Dana Otsus Papua.
Otsus Papua Gagal, Pemerintah Pusat tidak Tanggap.
Gubernur Papua-Papua Barat Disebut Mirip Artis.
17.44 | 0 komentar | Read More